
Jurusan Pendidikan Masyarakat Universitas Siliwangi menerima kunjungan mahasiswa tamu dari Tohoku University, Jepang, yaitu Hiromu Inoue, dalam rangka kegiatan akademik dan penelitian yang dimulai sejak 20 April 2026 di Kota Tasikmalaya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif global dalam bidang pendidikan masyarakat, khususnya terkait praktik lifelong learning, pendidikan nonformal, hingga pemberdayaan potensi lokal masyarakat. Selama berada di Tasikmalaya, Hiromu Inoue melaksanakan berbagai kegiatan seperti kuliah umum, observasi lapangan, diskusi akademik, serta penelitian mengenai pendidikan nonformal dan pemberdayaan masyarakat. Berikut rangkaian kegiatan yang dilakukan Hiromu Inoue di Kota Tasikmalaya:
Hari Pertama (20/04/2026)
Kuliah Umum “Lifelong Learning Practices in Japan”


Rangkaian kegiatan diawali dengan kuliah umum bertajuk “Lifelong Learning Practices in Japan” yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Nu’man Soemantri FKIP Universitas Siliwangi pada pukul 13.00 s.d. 16.00 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Hiromu Inoue memaparkan berbagai praktik budaya belajar sepanjang hayat di Jepang, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan sosial (social education) dan lifelong learning bagi anak-anak maupun pemuda.
Materi yang disampaikan membahas bagaimana lifelong learning di Jepang tidak hanya dipahami sebagai proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya membangun ruang aman (ibasho) bagi masyarakat untuk berkembang, merasa diterima, dan membangun koneksi sosial. Selain itu, dijelaskan pula berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Jepang saat ini, seperti melemahnya hubungan sosial di lingkungan masyarakat, meningkatnya tekanan sosial pada generasi muda, hingga pentingnya menghadirkan ruang belajar yang aman dan suportif.
Kuliah umum berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa Pendidikan Masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan baru mengenai praktik pendidikan masyarakat dan lifelong learning dalam konteks global, khususnya di Jepang.
Hari Kedua (21/04/2026)
Kunjungan ke Sakola Motekar

Pada hari kedua, rombongan melaksanakan kunjungan ke Sakola Motekar. Kedatangan peserta disambut hangat oleh anak-anak serta pengelola Sakola Motekar. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbincang dan diskusi mengenai latar belakang berdirinya Sakola Motekar, proses pembelajaran, serta berbagai kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan belajar tersebut.
Selain berdiskusi, peserta juga berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui kegiatan bermain dan belajar bersama. Suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung mengenai praktik pendidikan nonformal berbasis komunitas yang tumbuh di masyarakat. Hiromu dan rombongan dari jurusan Penmas UNSIL juga disambut oleh Aang, salah satu murid cerdas dari Sakola Motekar yang memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni.
Hari Ketiga (22/04/2026)
Kunjungan ke Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Mendong, Kelurahan Awipari, Kecamatan Cibeureum.

Kegiatan hari ketiga dilaksanakan dengan mengunjungi lembaga pemberdayaan masyarakat mendong di Kota Tasikmalaya. Dalam kegiatan ini, Hiromu Inoue aktif melakukan wawancara dengan pelaku budidaya tanaman mendong untuk mempelajari proses budidaya, pengelolaan hasil, hingga bentuk pemberdayaan masyarakat yang berkembang melalui kerajinan mendong.
Diskusi yang dilakukan tidak hanya membahas aspek ekonomi, tetapi juga bagaimana potensi lokal dapat menjadi bagian penting dalam penguatan masyarakat dan keberlanjutan budaya lokal. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk observasi lapangan mengenai praktik pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang ada di Tasikmalaya.
Selama mengikuti rangkaian kegiatan di Tasikmalaya, Hiromu Inoue juga menyampaikan kesan positifnya terhadap lingkungan akademik maupun masyarakat yang ditemuinya. Menurutnya, mahasiswa Pendidikan Masyarakat Universitas Siliwangi sangat ramah, aktif, dan antusias selama kegiatan berlangsung. Selain itu, para dosen, masyarakat, hingga anak-anak yang ditemuinya di berbagai lokasi kunjungan memberikan sambutan yang hangat dan meninggalkan pengalaman yang berkesan baginya selama berada di Tasikmalaya.
Namun demikian, Hiromu juga mengungkapkan bahwa dirinya cukup terkejut dengan cuaca di Tasikmalaya yang menurutnya terasa cukup panas dibandingkan daerah asalnya di Jepang. Meskipun begitu, hal tersebut tidak mengurangi antusiasmenya dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan proses penelitian selama berada di Kota Tasikmalaya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan terjalin pertukaran wawasan dan pengalaman antara mahasiswa internasional dengan sivitas akademika Pendidikan Masyarakat Universitas Siliwangi, sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik dan pengembangan perspektif global dalam bidang pendidikan masyarakat.


Leave a Reply